Pada artikel sebelumnya telah diinformasikan secara singkat jumlah
Kandungan Kafein dalam Teh. Pertanyaan yang timbul adalah, apakah ada teh yang tidak (sedikit saja) mengandung kafein?, mengingat beberapa orang memiliki “pantangan” terhadap kafein.
Dalam jumlah persentase yang tidak begitu besar, beberapa orang memang lebih menyenangi teh non-kafein atau teh yang telah di-dekafeinasi (decaffeinated tea). Para peneliti telah mencoba menemukan metode terbaik untuk menghilangkan kandungan kafein dari dalam teh. Salah satu proses pemisahan tersebut adalah dengan menggunakan Carbon Dioksida (CO2). Sejauh ini metode tersebut dianggap yang terbaik dari ketiga metode yang ada.
Metode lain adalah menggunakan Methylene Chloride, yang paling murah dan dapat dengan mudah dibuang setelah proses dekafeinasi. Tetapi beberapa negara seperti Jerman dan Amerika Serikat melarang produk-produk teh yang diproses melalui metode yang menggunakan Methylene Chloride.
Beberapa peneliti mengemukakan bahwa ada cara alternative yang dipercaya sangat baik digunakan dalam proses dekafeinasi ini, yaitu dengan menggunakan Ethyl Acetate. Bagaimanapun juga, ketiga metode tersebut terbukti dapat mengurangi jumlah kandungan kafein dalam teh hingga dalam persentase yang lebih kecil.
Sumber: Tea, the Universal Health Drink (R.S. Jhawar, 2000).